Adele Cerita Berhenti Minum Kopi Kepalanya Pusing Berhari-hari

Tak Berkategori

TEMPO.CO, JakartaAdele mengungkapkan pengalamannya berhenti mengkonsumsi kafein. Dia mengalami caffeinne withdrawal atau efek samping kurang asupan kafein, seperti migrain dan bergetar.

“Saya memutuskan minggu ini untuk berhenti minum kopi dan saya mengalami migrain sepanjang minggu,” ujarnya kepada penggemarnya. 

Dia menceritakan kepalanya sakit seperti terbelah selama dua hari. Selain itu dia merasa kepalanya bergetar seperti ada bor di dalamnya. Meski merasa muak dan tidak tahan dengan gejala itu dia belum menyerah dengan keputusannya berhenti konsumsi kafein.

Menurut Adele menghentikan kebiasaan minum minuman favoritnya terbukti lebih sulit daripada berhenti merokok. Dia sudah mencoba 25 kopi tanpa kafein. Namun dia mengakui adrenalin dan kafein membuatnya merasa lebih baik setelah tampil di atas panggung.

“Karena begitu saya naik ke atas panggung dan Anda semua mulai bernyanyi kembali untuk saya, sakit kepala saya sedikit berkurang. Sedikit lega. Jadi, jika Anda melihat saya gemetar, jangan khawatir.  Saya juga sudah mencoba memperbaikinya dengan gula,” tambah ibu satu anak itu. 

Adele juga sempat berhenti merokok selama 25 hari pada tahun 2011. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatannya setelah kehilangan suaranya sepenuhnya. Saat itu, dia membatalkan pertunjukan untuk menjalani operasi. Dokter menyarankan untuk menghentikan kebiasaannya merokok atau kariernya akan berakhir. 

Iklan

“Jika saya terus merokok, saya mungkin akan meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan merokok dan menurut saya itu sangat buruk,” katanya kepada The Sun tahun 2015.

Apa itu Caffeine atau Nicotine Withdrawal 

Nikotin, zat adiktif dalam rokok, mengubah keseimbangan pembawa pesan kimia di otak mereka saat digunakan dalam waktu lama. Ketika seseorang berhenti menggunakan nikotin dengan cepat, dapat mengganggu keseimbangan kimia ini dan mengalami efek samping fisik dan psikologis yang sulit diatasi saat mencoba berhenti merokok.

Efeknya seperti sakit kepala, berkeringat, tremor, rasa lapar meningkat dan sulit berkonsentrasi. Keinginan mereka mungkin membuat mereka merasa cemas dan perubahan mood.

Sedangkan kafein, tidak membuat ketagihan, tetapi bisa membuat orang ketergantungan. Stimulan ini meningkatkan pelepasan hormon stres dan adrenalin yang memberi Anda dorongan energi. Tapi lonjakan itu tidak berlangsung lama, itulah sebabnya orang akan segera meraih secangkir kopi lagi. Jika asupan kafein berkurang dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, lekas marah, cemas dan konsentrasi rendah.

DAILY MAIL | THE SUN

Pilihan editorAdele Mengalami Infeksi Jamur Kulit gara-gara Pakai Shapewear Kelamaan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *