Anak Mengalami Penderaan Seksual, Pakar Bagikan Wacana: Tidak Menyalahkan, Empati Lebih Penting

Tak Berkategori

Berkaca dari kejadian pelecehan seksual yang dialami salah satu keluarga artis Indonesia, berikut wacana dari sudut kesehatan mental dan rasa empati.

Anggota keluarga mengalami penderaan atau pelecehan seksual bukanlah hal yang mudah diterima. Alih-alih meminta untuk bersikap positif dan semangat kepada yang bersangkutan. Pihak terdekat pun ikut merasa tidak berdaya karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Dikutip dari parents.au.reachout.com, saat mendapatkan kabar anak mengalami penderaan seksual respon normal adalah menyalahkan seseorang (termasuk diri kita sendiri), menyerang, atau mencoba memperbaiki keadaan dengan memanggil polisi atau mendatangi kepala sekolah tempat anak menjalani pendidikan.

Namun, tindakan seperti ini sebaiknya ditangguhkan. Lebih baik fokus kepada korban atau penyintas kejadian ini, karena saat itu mereka merasa kehilangan kekuatan,  dan otonomi mereka.

Mereka yang mengalami penderaan mesti mendapatkan kesempatan  memberdayakan diri sendiri, membuat pilihan sendiri tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Mendengarkan dengan seksama pada saat mereka mengungkapkan kejadian bisa membantu penyintas memahami apa yang terjadi pada mereka, dan membantu mereka mulai mendapatkan kendali atas keputusan yang diambil. Terpenting membantu para penyintas memahami bahwa meski sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, tetap tidak mengubah mereka menjadi pribadi yang kurang, ternodai, sampai terdefinisi sebagai yang lemah atau salah.

Beberapa poin penting yang bisa dilakukan dan menjadi wacana dalam mendampingi anak atau remaja yang mengalami penderaan seksual:

1. Pastikan si anak atau remaja dalam situasi aman

* Periksa dengan teliti bahwa mereka tidak berada dalam bahaya atau di bawah kendali pelaku. Apalagi bila si remaja minta tolong atau datang kepada orangtua atau orang dekat agar diberi bantuan.
* Simak kondisi saat menyampaikan, apakah baru saja, sudah lama, atau beberapa saat lalu. Bila baru saja, apakah peran polisi dan ambulans dibutuhkan juga perlu dilihat.

2. Mungkin anak atau remaja merasa aman secara fisik, tetapi sangat tidak aman secara psikologis.

* Bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan seperti, “Apakah kamu baik-baik saja? Apakah merasa aman?” jiga ada kekhawatiran risiko  bunuh diri karena mereka merasa direndahkan atau bahkan sampai terendah karena sudah dilecehkan.

* Sebagai orangtua mungkin merasa perlu untuk bergegas dan mengambil tindakan segera. Tetapi pastikan memberinya ruang untuk bercerita atau menyatakan apa yang terjadi.

* Mendengarkan secara aktif sangat penting, dan bisa membingkai pertanyaan dengan cara yang akan mendorong penyintas untuk terbuka.

3. Yakinkan bahwa penyintas tidak bersalah atas apa yang terjadi

Tara Hunter, manajer pelaksana North Sydney Sexual Assault Service mengatakan hal ini sangat penting. Mesti meyakinkan itu bukan kesalahan mereka yang mengalami penderaan.

4. Bahu-membahu dengan remaja atau anak yang mengalami penderaan seksual agar mereka merasa tidak sendirian menjalani proses penyembuhan batin dan fisik

Ellie Freedman, direktur medis dari Northern Sydney Sexual Assault Service menyatakan, orangtua memiliki porsi untuk menanyakan kepada anaknya yang mengalami pelecehan seksual: beritahu apa yang membuatmu khawatir, dan mari kita dapat bekerja sama untuk memperbaikinya dan mengatasinya.

5. Membantu penyintas pelecehan dalam mengakses bantuan profesional

* Penting diperhatikan bahwa mengunjungi layanan pelecehan seksual tidak berarti si anak harus menjalani tes penyakit menular seksual. Juga tidak berarti harus mengikuti pemeriksaan forensik yang mengumpulkan bukti penyerangan dari pakaian atau tubuh korban. Tetapi adanya pilihan untuk bertemu dengan konselor, atau dokter atau perawat, jika penyintas mau.

* Layanan bisa didatangi untuk menanyakan undang-undang melaporkan kekerasan seksual kepada polisi atau layanan perlindungan anak.

6. Menjadi orangtua yang memahami kondisi emosi sendiri saat mengetahui anak mengalami penderaan seksual

* Berpotensi membuat stres, mungkin menyalahkan diri sendiri dan merasakan emosi yang kuat seperti marah atau malu. Atau mungkin numbness, tidak tahu bagaimana perasaan sendisi. Semua adalah respons alami.

* Pastikan menjaga kesehatan mental selama periode ini.

Baca Juga:Berjarak 6 Kilometer dari Titik Nol KM, Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan Kecelakaan: Simak Adegan Penyelamatan Seperti di Film

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *