Duh, 7 dari 10 Rumah Tangga di Indonesia Konsumsi Air yang Tercemar Bakteri E. Coli

Tak Berkategori

Selasa, 8 Agustus 2023 – 17:01 WIB

VIVA Lifestyle – Indonesia masih menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan air minum yang berkualitas, layak dan aman untuk dikonsumsi. Menurut Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAM-RT) di Indonesia yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2020, 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air dari infrastruktur yang tercemar E. coli, dan hanya 11,9 persen rumah tangga memiliki akses ke air minum yang aman.

Baca Juga :

Sebaiknya Dihindari, Ini 5 Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi

Data yang sama mengungkap bahwa orang Indonesia paling banyak mengonsumsi air minum isi ulang dengan persentase 31,1 persen. Kemudian dari sumur yang terlindungi sebanyak 16 persen, sumur pompa 14,1 persen, air keran 13,1 persen dan air kemasan 11 persen.

Namun, menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2019, 10 dari 34 provinsi di Indonesia memiliki Water Quality Index yang buruk karena berbagai cemaran.

Baca Juga :

Si Kecil Dengan Segudang Fungsi, Ini 15 Manfaat Biji Wijen Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Hal ini diungkapkan oleh Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary for Danone Indonesia dalam acara Editor’s Gathering Aqua ‘Tidak Semua Air Sama’ di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 7 Agustus 2023.

Baca Juga :

Berdayakan Kesehatan, PAN Raih Dukungan Emak-emak Komunitas Senam Jakarta

Menurut Vera, banyak konsumen yang kurang mendapatkan informasi tentang air minum yang aman dan tanpa sadar memilih air minum yang mengandung bahaya tersembunyi dan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Profesor di bidang Mikrobiologi Pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof. Dr. Ratih Dewanti-Hariyadi mengungkapkan bahwa air minum adalah air yang aman untuk langsung diminum, termasuk juga air mineral alami dan air yang dibotolkan, baik yang berkarbonasi atau tidak.

Halaman Selanjutnya

“Air minum harus dapat diterima secara estetika: bebas kekeruhan, rasa, bau dan warna yang tidak disukai, tidak sadah dan aman: tidak mengandung mineral terlarut (Fe, Mn) atau mikrob pathogen (bakteri, virus) dalam jumlah yang tidak diinginkan yang dapat berisiko pada kesehatan,” ujarnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *