Dulu Saya Kejar, Sekarang Mau Gabung

Tak Berkategori

Jumat, 18 Agustus 2023 – 20:12 WIB

Semarang – Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto terharu dan tak menyangka bisa sepanggung bahkan mendapat dukungan dari aktivis Reformasi 1998 Budiman Sudjatmiko dan para relawannya. Prabowo mengakui dulu di masa awal Reformasi pernah berada di pihak yang saling berseberangan dengan Budiman Cs.

Baca Juga :

Klaim Bakal Capres Tertentu Direstui Jokowi jadi Pembahasan Rakerda PDIP Riau

“Sebenarnya pertemuan ini bisa dikatakan pertemuan yang mustahil, pertemuan yang impossible. Karena Saudara Budiman Sudjatmiko berpuluh tahun lalu bersama saya berada di pihak yang berseberangan,” kata Prabowo dalam sambutan di acara Deklarasi Dukungan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di  Marina Convention Center, Semarang, Jumat, 18 Agustus 2023.

Prabowo bercerita pernah menjabat Pangkostrad yang dilantik Presiden Soeharto. Ia menjadi salah satu tokoh militer lapangan dalam peristiwa Reformasi 1998. Prabowo dianggap sebagai sosok yang bertanggungjawab dalam aksi penculikan aktivis mahasiswa di kala itu. Dimana salah satu aktivis mahasiswa yang ikut diburu Prabowo dan pasukannya adalah Budiman Sudjatmiko.  

Baca Juga :

Indikator: Kalau Head to Head Lawan Ganjar, Prabowo Unggul Signifikan

“Dulu saya tentara. Dapat perintah untuk ngejar-ngejar Saudara Budiman Sudjatmiko.  Tetapi sejak dulu dalam hati saya pun, saya sudah merasakan bahwa si anak muda itu, karena 30 tahun lalu dia masih muda, sekarang jiwanya masih muda,” ujar Prabowo

Prabowo Subianto di acara Relawan Prabu bersama Budiman Sudjatmiko di Semarang

Photo :

  • FB Valerie Yudistira Pramudya

Baca Juga :

Prabowo-Budiman Sudjatmiko Deklarasi Relawan di Semarang: Sudah saatnya Bersatu!

“Saya terharu karena seorang Budiman mau bergabung dengan saya berjuang bersama. Dari dulu Budiman ini adalah orang memang saya harus katakan tidak hanya cemerlang pemikirannya tapi juga bersih hatinya dan berani orangnya,” sambungnya

Selanjutnya, Prabowo meminta maaf ke Budiman Sudjatmiko atas peristiwa yang terjadi saat Reformasi 1998. Sekali lagi, ia menegaskan itu hanya menjalankan tugas dan perintah atasan bukan atas keinginan pribadinya.

Halaman Selanjutnya

“Saya ingin mnta maaf ke saudara, tapi dulu bukan kehendak saya. Sekarang dengan anda bergabung, saya merasa sangat diperkuat,” jelas dia. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *