MA Nangis Kejer di Pelukannya, Ashanty Sampai Minta Matikan Kamera: Biar Nyaman

Tak Berkategori

Momen anak Pinkan Mambo, MA (17) yang menangis sesunggukan di pelukan Ashanty mengundang perhatian publik. MA yang biasanya tegar akhirnya menumpahkan air matanya di pelukan ibu sambung Aurel Hermansyah. 

Pada podcast di kanal YouTube Ngobrol Asix, Ashanty dan MA berbincang soal pelecehan yang dialami MA oleh ayah tirinya. Keduanya juga membicarakan soal reaksi Pinkan Mambo pada kasus MA. 

Merasa empati pada kisah hidup MA, Ashanty meminta untuk memeluk MA di tengah acara. 

“Sini aku peluk dulu dong,” tanya Ashanty. 

Baca Juga:Masuk dalam Skuad Timnas Indonesia U-23, Wonderkid Persita Tangerang Girang Bukan Kepalang

Menyanggupi permintaan Ashanty, MA menyambut pelukan Ashanty dengan hangat. Merasa dipeluk sosok ibu, MA menangis di pelukan Ashanty. 

Tanpa berkata-kata, MA yang biasanya tampak tegar mengeluarkan air matanya di pelulan Ashanty. MA menangis sesunggukan di pelukan Ashanty sambil mengusap-ngusap punggung istri Anang Hermansyah itu. 

“Keluarin aja, nangis yang kencang aja Michele, let it go,” kata Ashanty. 

“Keluarin sayang semuanya keluarin, it’s okay,” imbuhnya. 

Baik Ashanty dan MA masih sama-sama menangis di kursi masing-masing. Melihat MA yang tak kunjung berhenti menangis, Ashanty sampai meminta timnya keluar dan mematikan kamera sejenak. 

Baca Juga:Dituding Terlalu Posesif Sampai Shinta Bachir Merasa Ketakutan, Indra Kristianto: Hiperbola

“Enggak papa jangan dinyalain dulu,” kata Ashanty sambil memberikan kode keluar pada timnya. 

“Bunda Ashanty meminta kamera semua dimatikan dan memberikan waktu untuk MA,” tulisan dalam video tersebut. 

Usai melihat MA lebih tenang Ashanty baru melanjutkan obrolan bersama anak kedua Pinkan Mambo itu. 

Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet. 

“Ashanty, sosok yang memiliki hati seorang Ibu. Luar biasa,” komentar warganet. 

“Baru nonton awalan udah dibikin nangis, bunda tulus sekali hatinya,” tulis warganet di kolom komentar. 

“This is the kind of talk show yang menghormati rasa orang yang terluka,” timpal lainnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *