Ngeri, Dampak Polusi Udara Buruk Picu Infeksi Pernapasan Hingga Kerusakan Paru

Tak Berkategori

Selasa, 15 Agustus 2023 – 11:17 WIB

JAKARTA – Polusi udara memburuk di sejumlah kota besar di Indonesia sehingga dikhawatirkan dapat memicu bahaya pada kesehatan. Tak hanya menyebabkan dampak jangka pendek, namun partikel berbahaya dari polusi udara dapat memberi masalah kesehatan di masa depan yang cukup fatal.

Baca Juga :

Udara Tercemar, Pj Gubernur Banten Dipanggil Presiden Jokowi

Ada pun, kualitas udara di DKI Jakarta sedang sangat buruk dengan terpantau dari catatan di laman IQ Air. Berdasarkan catatan bahwa kualitas udara di ibu kota termasuk zona merah sehingga membahayakan masyarakat. Scroll untuk informasi selengkapnya.

Zona merah itu berarti sebagai tanda bahwa level udara tersebut sudah tidak sehat dengan tercatat sempat mencapai air quality index (AQI) 105. Konsentrasi PM 2.5 di Jakarta juga ternilai jauh di atas pedoman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :

Polusi Udara Buruk, Wamenkes Dante Sarankan Pakai Masker dan Naik Kendaraan Umum

“Konsentrasi PM 2.5 di Jakarta saat ini 7.4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO,” demikian penjelasan IQ Air, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

Hati-hati, Ibu Hamil Hirup Polusi Udara Buruk Bahaya Bagi Janin

Meskipun sistem pernapasan memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap polusi udara melalui mobilisasi mekanisme pertahanan dan perbaikan yang berulang, paparan terus-menerus terhadap polusi partikel yang meningkat akan berkontribusi pada penurunan fungsi pernapasan, bahkan pada orang yang tampaknya sehat. Berikut dampak polusi udara dikutip dari laman Enviromental Protection Agency, Selasa 15 Agustus 2023.

Bagaimana partikel polusi memengaruhi sistem pernapasan?
Partikel yang disimpan di saluran pernapasan dalam jumlah yang cukup dapat menyebabkan peradangan, yang telah dibuktikan baik pada hewan maupun studi paparan terkontrol pada manusia. Tingkat peradangan paru tergantung pada dosis dan komposisi partikel. 

Halaman Selanjutnya

Studi paparan manusia telah menunjukkan peningkatan penanda peradangan paru setelah paparan berbagai jenis partikel yang berbeda. Misalnya, partikel karbon organik dan logam transisi dari sumber pembakaran dapat menimbulkan respons inflamasi yang kuat.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *