Polisi Sebut Ada 4 Kluster Kasus Jual Beli Senpi Ilegal: Modifikator hingga Pembeli

Tak Berkategori

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 20:58 WIB

Jakarta – Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga orang oknum polisi usai melakukan pengembambangan kasus yang menyeret DE (28), karyawan PT KAI yang diduga terlibat aksi terorisme. Pun, polisi berhasil ungkap peredaran senjata api (senpi) ilegal yang dijual secara online atau melalui e-Commerce.

Baca Juga :

Polda Metro Ringkus Pemasok Senpi Ilegal di Sumedang-Garut

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa ada empat kluster dalam jual beli senpi ilegal mulai dari pabrik modifikator hingga pembeli. 

Adaapun kluster pertama, kata Hengki, yakni termasuk jaringan terorisme. Kasus jual beli senpi yang terkait dengan aksi terorisme akan ditangani Densus 88, sementara di luar terorisme akan ditangani Polda Metro Jaya.

Baca Juga :

Tahanan Polsek di Bulukumba Ngamuk Lalu Bakar Ruang Penjara, Diduga Depresi Usai Memperkosa

Sejumlah anggota Densus 88 menunjukkan barang bukti senjata api dan barang bukti lainnya milik terduga teroris berinisial DE yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 14 Agustus 2023.

Photo :

  • ANTARA/ Fakhri Hermansyah

“Ada beberapa klaster yang kami jelaskan di sini, pertama yang terkait dengan jaringan teror itu dilaksanakan oleh Detasemen Khusus 88, terkait jaringan teror,” ujar Hengki kepada wartawan yang dikutip Sabtu 19 Agustus 2023.

Baca Juga :

Polda Metro Ungkap Video Gay Kids Ternyata Dibanderol Seharga Rp 10 Ribu untuk Ratusan Foto

Selanjutnya, Hengki mengatakan bahwa kluster kedua itu adalah senjata api modifikator secara online atau melalui e-Commerce. Adapun senjata modifikator adalah senjata air gun di modifikasi menjadi senjata api.

“Tetapi di luar jaringan teror, di sini ada penjual senjata api, ini ada beberapa jenis ya senjata api modifikator, modifikator ini seperti ini rekan-rekan, ini ada fenomena baru yang menjadi harus menjadi kewaspadaan kita, banyak sekarang beredar senjata air gun, air gun itu dia pelurunya dari gotri besi pakai gas Co2, ternyata itu bisa dimodifikasi di upgade menjadi senjata api. Ini yang sangat berbahaya dan sekarang banyak beredar di masyarakat,” kata Hengki.

“Nah ini senjata modifikator ini banyak di-suplay yang profesional itu ada di Semarang yang kami ungkap kemarin, dan juga pabrikan penjual senjata api. Tetapi yang cukup menyediakan ini dijual via platform e-Commerce, penjualan online apakah itu Tokopedia, Shopee, seolah-olah di sana adah air soft gun, padahal itu sudah senjata modifikasi dari air gun ke senjata api,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya

Source : Dani

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *